Jawaban singkat: Brand fashion harian berhasil menaikkan ROAS Shopee dari 4,79x ke 6,87x dengan cara mengurangi spend sebesar 11% dan mengganti kampanye Meta CPAS yang tidak efisien. Omset naik 28%, order naik 17%, sementara biaya per order turun 24%. Kuncinya: bukan menambah budget, tapi memotong yang tidak bekerja.
TL;DR
- Brand fashion mengalami ROAS Shopee 4,79x dan Meta CPAS hanya 0,35x di Agustus — iklan CPAS nyaris tidak menghasilkan.
- Strategi: optimasi GMV Shopee mingguan + ganti kampanye Meta CPAS ke format purchase baru di akhir September.
- Hasil: omset Shopee naik 28% (Rp10,5 juta ke Rp13,4 juta), biaya per order turun 24% (Rp10.493 ke Rp7.993), dengan spend justru lebih rendah.
- Meta CPAS baru hanya jalan 1 minggu di September tapi sudah tembus ROAS 2,88x — dari 0,35x sebelumnya.
- Pelajaran utama: efisiensi bukan soal mengurangi iklan, tapi menghentikan yang bocor dan mengalihkannya ke yang bekerja.
Ada anggapan umum di kalangan pemilik bisnis: kalau iklan hasilnya kurang, tambah budget-nya. Nanti juga naik. Anggapan ini berbahaya karena mengabaikan satu pertanyaan penting — apakah budget yang sudah ada bekerja dengan benar?
Studi kasus ini membuktikan sebaliknya. Sebuah brand fashion harian berhasil menaikkan omset 28% di Shopee tanpa menambah spend. Bahkan, spend-nya justru turun. Kuncinya ada di satu kata: efisiensi. Berikut cerita lengkapnya, lengkap dengan data dan tabel yang bisa Anda pelajari.
Catatan: Artikel ini merupakan studi kasus dari klien Uraga Digital Agency dengan identitas brand yang disamarkan. Brandformance.id adalah publikasi yang dimiliki oleh Uraga.
Situasi Awal: Iklan Jalan, Hasil Tidak Optimal
Tujuan: Memahami kondisi awal yang menjadi titik tolak perbaikan.
Di bulan Agustus 2026, brand fashion harian ini menjalankan dua kanal iklan utama: Shopee Ads dan Meta CPAS (Collaborative Performance Advertising Solution — format iklan Meta yang menghubungkan katalog produk e-commerce langsung ke kampanye di Facebook dan Instagram).
Hasilnya? Campuran. ROAS Shopee di angka 4,79x — artinya setiap Rp1 yang dihabiskan menghasilkan Rp4,79 penjualan. Angka ini tidak buruk, tapi juga belum optimal untuk kategori fashion dengan margin yang cukup tipis.
Masalah besar justru ada di Meta CPAS. ROAS-nya hanya 0,35x. Ini artinya, setiap Rp1 yang dibakar di Meta CPAS hanya menghasilkan Rp0,35 penjualan. Iklan ini merugi. Dengan spend Rp1,79 juta selama tiga minggu, total omset yang tercatat hanya Rp623.800 dari 12 order.
ROAS (Return on Ad Spend) adalah metrik sederhana: omset dibagi spend. Angka di bawah 1x berarti Anda rugi. Angka 0,35x berarti Anda kehilangan 65 sen dari setiap rupiah yang dihabiskan.
Baca juga: Onboarding Cepat: Bagaimana Brand Activewear Ini Capai ROAS 8x di Bulan Pertama?
Baca juga: Studi Kasus: Strategi Scaling Iklan Shopee 2x Lipat Tanpa Menjatuhkan ROAS
Keputusan Strategis: Kurangi yang Bocor, Perbaiki yang Punya Potensi
Tujuan: Menjelaskan langkah konkret yang diambil untuk memperbaiki performa iklan.
Tim tidak panik menambah budget di kedua kanal. Sebaliknya, mereka mengambil pendekatan yang berbeda:
Di Shopee: Optimasi dilakukan secara mingguan. Spend September sedikit diturunkan dari Rp2,19 juta menjadi Rp1,95 juta. Penurunan ini bukan karena menyerah, tapi karena ada efisiensi — beberapa kata kunci dan produk yang tidak konversi dipotong.
Di Meta CPAS: Keputusan lebih tegas. Kampanye lama yang ROAS-nya 0,35x dihentikan total. Di akhir September, diganti dengan kampanye CPAS purchase baru — format yang dioptimalkan khusus untuk konversi pembelian, bukan sekadar traffic atau add-to-cart.
Keputusan ini membutuhkan keberanian. Menghentikan kampanye yang sudah jalan berarti mengakui bahwa strategi sebelumnya tidak bekerja. Padahal, ada tekanan psikologis untuk tetap "ada iklan" di semua platform.
Hasil: Angka Berbicara
Tujuan: Menunjukkan hasil konkret dari strategi efisiensi ini.
Perubahan terjadi cukup cepat. Berikut data lengkapnya:
Data Lengkap Shopee dan Meta CPAS
| Platform | Bulan | Cakupan | Spend | Omset Iklan | ROAS | Order | Biaya/Order |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Shopee | Agu 2026 | W1–W4 | Rp2.192.948 | Rp10.499.014 | 4,79x | 209 | Rp10.493 |
| Shopee | Sep 2026 | W1–W4 | Rp1.950.217 | Rp13.404.840 | 6,87x | 244 | Rp7.993 |
| Meta CPAS | Agu 2026 | W1–W3 | Rp1.789.659 | Rp623.800 | 0,35x | 12 | Rp149.138 |
| Meta CPAS | Sep 2026 | W4 | Rp443.246 | Rp1.276.535 | 2,88x | 15 | Rp29.550 |
Tabel Ringkasan: Sebelum vs Sesudah
| Metrik | Agustus | September | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Spend Shopee | Rp2.192.948 | Rp1.950.217 | -11% |
| Omset Shopee | Rp10.499.014 | Rp13.404.840 | +28% |
| ROAS Shopee | 4,79x | 6,87x | +43% |
| Order Shopee | 209 | 244 | +17% |
| Biaya/Order Shopee | Rp10.493 | Rp7.993 | -24% |
| ROAS Meta CPAS | 0,35x | 2,88x | +723% |
| Biaya/Order Meta CPAS | Rp149.138 | Rp29.550 | -80% |
Angka-angka ini menunjukkan satu pola yang jelas: spend turun, tapi semua metrik hasil naik. ROAS Shopee bahkan stabil di 7,5x pada minggu ke-3 dan ke-4 September.
Mengurangi spend yang tidak efisien bukan berarti mengurangi ambisi. Justru sebaliknya — Anda membebaskan ruang untuk hasil yang lebih besar.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Tujuan: Menganalisis mengapa strategi ini berhasil.
Ada dua mekanisme yang bekerja di sini:
1. Shopee: Optimasi Mingguan Memotong Waste
Dengan menurunkan spend dari Rp2,19 juta ke Rp1,95 juta (turun 11%), tim tidak kehilangan momentum. Justru, mereka memotong kata kunci dan produk yang menghabiskan budget tanpa konversi. Hasilnya, sisa budget bekerja lebih efisien — ROAS naik dari 4,79x ke 6,87x.
Konsep ini penting: bukan semua spend itu sama. Rp100.000 yang dihabiskan di kata kunci tepat bisa menghasilkan Rp700.000. Rp100.000 di kata kunci yang salah bisa menghasilkan Rp0.
2. Meta CPAS: Ganti Strategi, Bukan Ganti Platform
Kampanye CPAS lama dengan ROAS 0,35x dihentikan. Diganti dengan kampanye CPAS purchase baru yang dioptimalkan untuk satu tujuan: pembelian. Hasilnya, ROAS melonjak dari 0,35x ke 2,88x dalam satu minggu.
Perbedaannya ada di optimization event. Kampanye lama kemungkinan besar mengoptimalkan untuk event yang terlalu jauh dari pembelian (misalnya, page view atau add-to-cart). Kampanye baru langsung mengoptimalkan untuk purchase — sehingga algoritma Meta mencari orang yang benar-benar siap beli.
Yang bisa Anda lakukan:
- Audit spend iklan Anda mingguan. Identifikasi kata kunci, produk, atau audience yang menghabiskan budget tapi tidak konversi. Potong tanpa ragu.
- Cek optimization event di kampanye Meta. Kalau ROAS rendah, kemungkinan event-nya terlalu jauh dari purchase. Coba ganti ke purchase atau checkout.
- Jangan takut menghentikan kampanye. Iklan yang ROAS-nya di bawah 1x bukan "investasi jangka panjang" — itu kebocoran.
- Bandingkan biaya per order, bukan hanya ROAS. Kadang ROAS naik karena harga produk naik, padahal efisiensi iklan tidak berubah.
- Lakukan perubahan satu variabel dalam satu waktu. Kalau Anda mengubah targeting, budget, dan creative sekaligus, Anda tidak tahu mana yang bekerja.
Pelajaran untuk Bisnis Anda
Tujuan: Mengambil insight yang bisa diterapkan pembaca di bisnis masing-masing.
Studi kasus ini mengajarkan tiga hal penting:
Pertama, efisiensi mengalahkan volume. Menambah budget di iklan yang tidak efisien hanya memperbesar kebocoran. Lebih baik kurangi waste, lalu alokasikan ulang ke yang sudah terbukti bekerja. Di studi ini, penurunan spend 11% justru menghasilkan kenaikan omset 28%.
Kedua, metrik yang benar membantu keputusan yang benar. Tim ini tidak hanya melihat total omset — mereka memperhatikan biaya per order dan ROAS per minggu. Dengan metrik mingguan, mereka bisa menangkap masalah lebih cepat dan melakukan koreksi sebelum budget habis.
Ketiga, berani menghentikan yang tidak bekerja. Menghentikan kampanye Meta CPAS dengan ROAS 0,35x adalah keputusan yang sulit. Ada godaan untuk "memberi waktu" atau "menambah budget dulu." Tapi data sudah bicara. Keberanian untuk berhenti dan restart dengan strategi baru menghasilkan ROAS 2,88x.
Yang bisa Anda lakukan:
- Buat laporan iklan mingguan, bukan bulanan. Dengan siklus mingguan, Anda bisa bereaksi lebih cepat terhadap penurunan performa.
- Tetapkan ROAS minimum. Misalnya, di bawah 2x = evaluasi. Di bawah 1x = hentikan. Angka pasti tergantung margin bisnis Anda.
- Pisahkan evaluasi per kanal. Jangan mencampur ROAS Shopee dan Meta. Masing-masing punya konteks dan tantangan berbeda.
Catatan Data dan Metodologi
Tujuan: Transparansi tentang sumber dan keterbatasan data.
Sumber data: Laporan iklan internal klien Uraga Digital Agency. Data Shopee berasal dari platform iklan Shopee dan Seller Centre. Data Meta CPAS berasal dari Meta Ads Manager.
Periode: Agustus 2026 (penuh, W1–W4) dan September 2026 (penuh, W1–W4 untuk Shopee; W4 saja untuk Meta CPAS).
Keterbatasan yang perlu Anda tahu:
- Spend Shopee Agustus dihitung dari baris terpisah di laporan internal (Add to Cart/ROAS calculation), bukan langsung dari kolom spend utama. Angka ini perlu dicocokkan dengan Seller Centre untuk validasi.
- Data Meta CPAS September baru mencakup satu minggu (W4). Performa minggu pertama setelah restart kampanye cenderung belum stabil. ROAS 2,88x perlu diikuti di minggu-minggu berikutnya untuk memastikan konsistensi.
- Tidak ada data tentang margin kotor, AOV (Average Order Value), atau repeat purchase rate. ROAS tinggi belum tentu profitabel kalau margin-nya tipis.
Kejujuran data adalah fondasi dari pengambilan keputusan yang baik. Angka yang disajikan apa adanya, lengkap dengan catatannya, lebih berharga daripada klaim tanpa konteks.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu ROAS dan bagaimana cara menghitungnya?
ROAS (Return on Ad Spend) adalah metrik yang mengukur efisiensi iklan. Rumusnya: total omset dari iklan dibagi total spend iklan. Contoh, kalau Anda habiskan Rp1 juta dan menghasilkan Rp5 juta omset, ROAS-nya adalah 5x. Angka di bawah 1x berarti Anda rugi.
Berapa ROAS minimal yang bagus untuk Shopee Ads?
ROAS minimal tergantung pada margin bisnis Anda. Kalau margin kotor 50%, ROAS 2x sudah impas. Kalau margin 30%, Anda butuh ROAS minimal 3,3x untuk tidak rugi. Untuk brand fashion dengan margin moderat, ROAS 5x ke atas biasanya dianggap sehat. Di studi kasus ini, brand berhasil mencapai 6,87x dengan spend yang lebih rendah.
Apa bedanya Meta CPAS biasa dengan CPAS purchase?
Meta CPAS (Collaborative Performance Advertising Solution) adalah format iklan yang menghubungkan katalog produk dari e-commerce ke kampanye Meta. "CPAS purchase" berarti kampanye tersebut mengoptimalkan untuk event pembelian, bukan sekadar klik atau add-to-cart. Dengan optimasi purchase, algoritma Meta mencari audiens yang lebih siap beli, sehingga ROAS cenderung lebih tinggi.
Apakah mengurangi budget iklan selalu menaikkan ROAS?
Tidak selalu. Di studi kasus ini, pengurangan spend berhasil karena yang dipotong adalah bagian yang tidak efisien — kata kunci dan audience yang tidak konversi. Kalau Anda mengurangi budget secara merata di semua kampanye tanpa audit, Anda bisa kehilangan juga yang sudah bekerja baik. Kuncinya adalah selektif: potong yang bocor, pertahankan yang menghasilkan.
Jika Anda ingin menerapkan pendekatan serupa — mengaudit efisiensi iklan, mengoptimalkan kampanye Shopee Ads dan Meta CPAS, atau membangun strategi digital marketing yang berbasis data — tim Uraga Digital Agency siap membantu. Kami menangani mulai dari perencanaan iklan, optimasi kampanye, produksi konten, hingga pengelolaan CRM sebagai satu kesatuan strategi pertumbuhan bisnis Anda. Hubungi kami di uraga.co.id untuk konsultasi.

