Jawaban singkat: Scaling iklan Shopee yang sehat membutuhkan penambahan budget secara bertahap (bukan sekaligus) dan pemantauan data mingguan. Studi kasus ini menunjukkan brand fashion berhasil menaikkan spend 68% dengan ROAS yang hanya turun 3%, membuktikan bahwa peningkatan skala tidak harus mengorbankan efisiensi.
TL;DR
- Brand fashion dan lifestyle berhasil menaikkan omset iklan Shopee sebesar 62% (dari Rp84,5 juta menjadi Rp137,2 juta) dalam 4 bulan.
- Meskipun budget iklan dinaikkan hingga 68%, Return on Ad Spend (ROAS) hanya turun tipis sebesar 3%.
- Kunci utamanya bukan pada "hack" tertentu, melainkan pada penerapan kampanye Shopee GMV Max dengan strategi scaling bertahap dan evaluasi ketat mingguan.
- Total investasi Rp30,3 juta pada periode studi menghasilkan akumulasi omset sebesar Rp398,1 juta.
- Artikel ini membedah data lapangan, strategi yang diambil, dan langkah praktis yang bisa Anda tiru untuk bisnis Anda.
Meningkatkan budget iklan adalah momok tersendiri bagi banyak pebisnis. Ketakutan terbesarnya jelas: "Budget naik, tapi hasil malah turun." Fenomena ini sangat umum di marketplace kompetitif seperti Shopee. Banyak yang akhirnya memilih stuck di angka aman karena tidak tahu cara scaling dengan aman.
Namun, data dari klien Uraga Digital Agency berikut ini menunjukkan bahwa scaling iklan Shopee secara efisien itu mungkin. Bahkan, angkanya cukup berani. Studi kasus ini akan membongkar data asli dari performa kampanye brand fashion & lifestyle dari bulan Juni hingga September 2026. Kita akan lihat bagaimana mereka hampir menggandakan pendapatan tanpa membakar uang secara percuma.
Studi kasus ini berasal dari klien Uraga Digital Agency dengan identitas yang disamarkan untuk menjaga kerahasiaan bisnis.
Latar Belakang: Tantangan Skala di Pasar Kompetitif
Tujuan: Memahami konteks awal dan mengapa scaling dianggap berisiko tinggi.
Klien kita di studi kasus ini bergerak di kategori fashion & lifestyle. Volume transaksi bulanan mereka di Shopee sudah lumayan besar—ribuan order per bulan. Tantangan utamanya bukan lagi soal "bagaimana dapat order pertama", melainkan bagaimana mendongkrak volume penjualan ke level berikutnya tanpa membuat biaya operasional iklan meledak.
Secara umum, semakin besar budget yang Anda kucurkan ke Shopee Ads, semakin luas audiens yang Anda jangkau. Sayangnya, ini sering kali berarti iklan Anda juga menyasar audiens yang less relevant atau belum tentu tertarik. Akibatnya, conversion rate bisa turun dan ROAS (Return on Ad Spend) pun tergerus.
Tugas kami adalah menemukan sweet spot antara pertumbuhan (Growth) dan profitabilitas (Efisiensi).
Baca juga: Spend Lebih Hemat, Omset Lebih Besar: Studi Kasus Optimasi Shopee Ads & Meta CPAS
Baca juga: Onboarding Cepat: Bagaimana Brand Activewear Ini Capai ROAS 8x di Bulan Pertama?
Strategi: Memanfaatkan Shopee GMV Max Secara Agresif-Tapi-Terukur
Tujuan: Menggunakan fitur otomatisasi platform untuk membuka skala baru.
Alih-alih mengandalkan pengaturan manual yang memakan waktu, tim memilih Shopee GMV Max sebagai mesin utama kampanye. Secara sederhana, GMV Max adalah fitur iklan otomatis dari Shopee yang dioptimalkan menggunakan AI untuk menampilkan produk Anda di penempatan terbaik (seperti homepage, search, dan similar products) guna memaksimalkan total nilai penjualan (GMV).
Keputusan ini diambil karena efisiensi manual sudah sulit ditingkatkan. Kami butuh sistem yang bisa membaca peluang real-time dari jutaan pengguna Shopee.
Namun, mempercayakan sepenuhnya pada sistem otomatis bukan berarti kita lepas tangan. Strategi kuncinya adalah pola kenaikan budget bertahap:
- Bulan Juni: Rp6,4 juta (Baseline)
- Bulan Agustus: Rp11,4 juta (Lonjakan pertama)
- Bulan September: Rp10,7 juta (Stabilisasi)
Kenaikan dilakukan secara step-up, dipantau hasilnya setiap minggu. Jika ROAS aman, kenaikan berikutnya akan dilanjutkan. Jika ROAS anjlok, kita akan melakukan koreksi sebelum merusak performa bulanan.
Yang Bisa Anda Lakukan (Checklist Strategi):
- Percayai Data, Bukan Firasat: Buka Seller Centre/Shopee Ads Manager Anda sekarang. Lihat data 30 hari terakhir. Apakah ROAS Anda stagnan?
- Manfaatkan GMV Max: Jika produk Anda sudah memiliki data penjualan yang cukup, cobalah aktifkan GMV Max dengan budget terukur.
- Jangan Langsung Ganda: Kenaikan budget yang ideal adalah 15% - 25% per periode (mingguan atau bulanan). Jangan langsung 2x lipat dalam semalam.
- Lakukan Evaluasi Mingguan: Jangan tunggu akhir bulan. Cek performa setiap Jumat. Jika biaya per order naik drastis, segera koreksi.
- Hitung Biaya Per Order: Biaya per order yang sehat untuk fashion biasanya di bawah Rp5.000. Jika angka ini naik terus, audience Anda sudah jenuh.
Hasil (Result): Membuktikan Hipotesis dengan Data
Tujuan: Melihat dampak nyata dari strategi yang diterapkan.
Juni menjadi patokan awal kami. Bulan ini adalah "baseline" di mana brand beroperasi dengan model ads yang lama dan budget yang relatif moderat. Berikut adalah perbandingan performa dari Juni ke September:
Tabel Perbandingan Awal vs Akhir Studi (Juni vs September 2026)
| Bulan | Total Spend | Omset Iklan | ROAS | Total Order | Biaya/Order |
|---|---|---|---|---|---|
| Juni 2026 | Rp6.359.908 | Rp84.514.727 | 13,29x | 2.673 | Rp2.379 |
| September 2026 | Rp10.679.407 | Rp137.158.139 | 12,84x | 4.008 | Rp2.665 |
(Data di atas mencakup cakupan W1-W4 di masing-masing bulan)
Angka-angka Kunci yang Perlu Dicermati:
- Peningkatan Omset (+62%): Brand berhasil mendongkrak omset dari Rp84,5 juta menjadi Rp137,2 juta. Ini peningkatan yang sangat signifikan.
- ROAS Tetap Stabil (Turun 3%): Meskipun budget iklan dinaikkan 68% (dari Rp6,4 juta menjadi Rp10,7 juta), ROAS hanya turun dari 13,29x ke 12,84x. **Ini adalah sinyal scaling yang sehat.**
- Kenaikan Biaya Per Order Terukur (+12%): Biaya per order naik dari Rp2.379 ke Rp2.665. Kenaikan ini sangat wajar mengingat kita menjangkau audiens yang jauh lebih luas. Angka ini masih sangat sehat untuk industri fashion.
Analisis Mendalam: Mengapa ROAS Tidak Anjlok?
Tujuan: Mengupas tuntas pola data untuk menemukan "rahasia" di balik efisiensi ini.
Banyak marketer panik ketika melihat ROAS turun sedikit setelah scaling. Padahal, dalam ilmu performance marketing, penurunan ROAS sebesar 3% saat budget naik 68% adalah keberhasilan, bukan kegagalan.
Alasan utamanya adalah penggunaan Shopee GMV Max yang well-optimized. Sistem ini tidak hanya mengejar klik, tetapi mengejar conversion. Shopee punya data perilaku pengguna yang sangat kaya—siapa yang sering lihat tapi tidak belanja, siapa yang sudah di cart, dan siapa yang browsing kategori sejenis.
Dengan menyerahkan optimasi ke AI Shopee (lewat GMV Max), kita membiarkan algoritma mencari konversi termurah di antara jutaan pengguna.
Tabel Lengkap Perkembangan Bulanan (Juni - September 2026)
| Platform | Bulan | Cakupan | Spend | Omset Iklan | ROAS | Order | Biaya/order |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Shopee | Jun 2026 | W1-W4 | Rp6.359.908 | Rp84.514.727 | 13,29x | 2.673 | Rp2.379 |
| Shopee | Jul 2026 | W1 saja | Rp1.801.731 | Rp23.846.781 | 13,24x | 688 | Rp2.619 |
| Shopee | Agu 2026 | Total bulan | Rp11.408.961 | Rp152.562.992 | 13,37x | 4.378 | Rp2.606 |
| Shopee | Sep 2026 | W1-W4 | Rp10.679.407 | Rp137.158.139 | 12,84x | 4.008 | Rp2.665 |
Poin Penting: Perhatikan data Agustus. Meskipun spend naik drastis ke Rp11,4 juta, ROAS justru naik ke 13,37x. Ini membuktikan bahwa peningkatan budget yang dilakukan secara strategis justru bisa meningkatkan efisiensi. Algoritma butuh "makanan" data untuk belajar; semakin banyak konversi, semakin pintar AI bekerja untuk Anda.
Pelajaran Utama: Bukan Sekadar Angka, Tapi Proses
Tujuan: Mengambil hikmah yang bisa diterapkan di bisnis Anda sendiri.
Data di atas mengajarkan kita bahwa scaling bukan soal berapa banyak uang yang Anda lempar, melainkan bagaimana Anda melemparnya. Berikut adalah pelajaran utamanya:
1. Scaling yang Sehat Itu Bertahap Jangan tergiur untuk menggandakan budget dalam semalam. Brand dalam studi kasus ini menaikkan budget secara bertahap. Pola kenaikan yang terukur memberi waktu bagi sistem iklan (dalam hal ini Shopee) untuk adjust dan mencari celah konversi baru tanpa kehilangan akal sehat.
2. ROAS Turun Sedikit = Sinyal Aman Sebagai patokan, ROAS yang turun hingga 10%-15% saat budget naik 50%-100% masih dianggap aman. Dalam studi kasus ini, ROAS hanya turun 3%—sebuah indikator kuat bahwa audience dan campaign setting sudah benar.
3. Manfaatkan Fitur Platform Secara Maksimal Shopee GMV Max, CPAS (Collaborative Performance Advertising Solution), atau fitur iklan otomatis lainnya dirancang untuk memudahkan hidup Anda. Daripada pusing mengatur keyword satu per satu, biarkan sistem yang belajar dari data transaksi.
4. Fokus pada Biaya Per Order, Bukan Hanya ROAS Biaya per order adalah metrik yang lebih "jujur" untuk mengukur efisiensi operasional. Dalam studi kasus ini, biaya per order hanya naik Rp286 per transaksi—sebuah "biaya operasional" yang sangat layak dibayar untuk pertumbuhan omset 62%.
Catatan Data dan Metodologi
Tujuan: Menjamin transparansi dan kredibilitasi data yang disajikan.
Agar studi kasus ini bisa Anda jadikan referensi yang valid, penting bagi kami untuk menjelaskan sumber dan keterbatasannya:
- Sumber Data: Data diambil langsung dari laporan performa iklan (Ads Manager) Shopee dan data penjualan (Seller Centre) milik klien.
- Periode Studi: Juni 2026 hingga September 2026.
- Keterbatasan Data Juli: Perlu dicatat bahwa data untuk bulan Juli 2026 hanya mencakup minggu pertama (W1). Data untuk minggu ke-2 hingga ke-4 tidak tercatat dalam report yang tersedia. Oleh karena itu, data Juli tidak digunakan dalam analisis perbandingan awal dan akhir untuk menjaga validitas.
- Variabel Luar: Studi ini tidak memasukkan variabel musiman (seperti kampanye 9.9 atau 10.10), perubahan harga produk, atau aktivitas kompetitor. Hasil di dunia nyata mungkin berbeda tergantung pada kondisi pasar.
Kesimpulan
Scaling iklan di marketplace seperti Shopee bukan lagi soal "berani bayar lebih", melainkan soal cerdas mengelola kenaikan. Studi kasus brand fashion ini membuktikan bahwa dengan memanfaatkan Shopee GMV Max dan pola kenaikan budget yang terukur, Anda bisa mendongkrak omset sekaligus menjaga efisiensi.
ROAS yang sedikit turun bukanlah tanda kegagalan—itu adalah biaya untuk menaklukkan audiens yang lebih luas. Selama angkanya terkontrol, teruskan lajunya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Shopee GMV Max?
Shopee GMV Max adalah jenis kampanye iklan otomatis yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menempatkan produk Anda di lokasi strategis di dalam aplikasi Shopee. Tujuannya adalah memaksimalkan total nilai penjualan (GMV), bukan sekadar klik atau tayangan.
Berapa kenaikan budget iklan Shopee yang ideal?
Idealnya, kenaikan budget iklan dilakukan secara bertahap sebesar 15% hingga 25% per minggu atau per bulan. Ini memberikan waktu bagi sistem untuk belajar dan menyesuaikan target audiens tanpa kehilangan efisiensi.
Berapa ROAS yang baik untuk brand fashion?
Untuk brand fashion di Shopee, ROAS di atas 5x sudah dianggap baik. Namun, angka ini sangat tergantung pada margin keuntungan produk. Dalam studi kasus ini, ROAS 12-13x menunjukkan performa yang sangat efisien.
Bagaimana cara mengukur biaya per order iklan?
Anda bisa menghitungnya dengan rumus: Total Biaya Iklan ÷ Jumlah Order dari Iklan. Dalam studi kasus ini, biaya per order hanya berkisar Rp2.300 - Rp2.600, yang sangat rendah untuk industri fashion.
Apakah performa iklan marketplace Anda sudah optimal? Jika Anda ingin meningkatkan penjualan di Shopee, TikTok Shop, atau platform lainnya tanpa mengorbankan profit, tim Uraga Digital Agency siap membantu Anda menyusun strategi yang terukur—dari iklan, konten, hingga CRM. 👉 Hubungi tim kami di seo.uraga.co.id


