TL;DR
- Studi Semrush atas 50.000+ brand membuktikan bahwa AI search menciptakan “pemilik kategori” yang sulit digeser.
- Sebagian besar permintaan pencarian AI (89,3%) saat ini berada di kategori tanpa pemilik jelas — ini peluang emas.
- Brand mentions oleh AI lebih berdampak pada keputusan pembelian daripada jumlah citation atau klik.
- Kategori dengan pemimpin yang tipis sangat mudah direbut challenger, tapi pemimpin kuat bertahan 90,4%.
- Strategi terbaik adalah fokus pada topik inti, tutup celah prompt, dan pertahankan kategori yang sudah dikuasai.
Banyak yang mengira era LLM seperti ChatGPT akan menghapus kebutuhan topical authority di AI search. Faktanya, asumsi ini keliru besar. Studi terbaru Semrush yang menganalisis lebih dari 50.000 brand dan 126 juta prompt membuktikan sebaliknya. AI justru menciptakan “pemilik kategori” yang durabilitasnya sangat tinggi. Jadi, kalau brand Anda mengabaikan fokus topik sekarang, Anda berisiko kehilangan visibilitas selamanya.
Mitos “Konten Luas” vs Realitas AI Search
Selama ini, brand besar seperti Forbes bisa meranking untuk “harga bitcoin” sekaligus “bantal terbaik untuk sakit leher”. Akibatnya, banyak pemasar mengira menulis topik secara luas adalah kunci. Namun, pendekatan ini justru berisiko terkena penalti algoritma, seperti yang dialami Hubspot dan Clickup.
Di era AI, LLM bekerja dengan logika yang lebih ketat. Bayangkan sebuah brand software payroll menyusun 20 artikel. Mereka bisa mengejar topik finansial umum, atau mendalami spesifik payroll: deadline W-2, klasifikasi kontraktor, aturan lembur, dan error pajak.
Pilihan kedua adalah taruhan yang benar. Tujuannya bukan sekadar mendapat klik per halaman. Tujuannya adalah menjadi brand yang konsisten disebut AI saat orang bertanya “software payroll mana yang harus saya pakai?”. Seperti yang dibahas dalam artikel tentang strategi brand visibility era AI, visibilitas di mesin pencari berbasis AI mengubah cara kita menyusun konten.
Mayoritas Kategori Masih Jadi “Open Field”
Data dari Semrush AI Visibility Index melacak 1.094 kategori di ChatGPT dari Januari hingga Juni 2026. Hasilnya cukup mengejutkan: hanya 15,2% kategori yang punya pemilik (owner) jelas. Sisanya, 53,7%, masih menjadi lapangan terbuka dengan banyak pesaing.
Faktanya, peluang ini justru lebih besar di topik dengan volume pencarian AI tinggi. Permintaan terbesar justru paling sedikit yang punya pemilik. Sebanyak 89,3% dari estimasi permintaan AI search berada di kategori tanpa pemilik jelas.
A category with no owner is an open budget conversation waiting to happen.
Artinya, sekarang adalah momen terbaik untuk merebut kepemilikan kategori. Pilih lima kategori yang paling relevan dengan bisnis Anda, dan kuasai sebelum kompetitor melakukannya. Jendela peluang ini tidak akan terbuka selamanya.
Brand Mentions adalah Emas, Bukan Citation
Studi ini mengungkap perbedaan mendasar antara citation dan brand mentions. Dalam jawaban AI, domain yang paling banyak dikutip jarang (hanya 20,8%) menjadi brand yang paling banyak disebut. Namun, brand yang paling banyak disebut hampir selalu (69,9%) mendapat setidaknya satu citation.
Mengapa brand mentions lebih penting? Studi perilaku pengguna sebelumnya menunjukkan, 64% pengguna AI Mode tidak mengklik apa pun. Mereka membaca teks AI dan langsung memutuskan. Sebanyak 74% pengguna memilih item yang diranking pertama oleh AI sebagai pilihan utama mereka.
Singkatnya, pengguna memperhatikan brand yang disebut, bukan sumber link di bawahnya. Ini sejalan dengan konsep answer engine optimization era AI, di mana kehadiran brand di narasi AI jauh lebih krusial daripada sekadar muncul di halaman hasil.
Karakteristik Pemilik Kategori yang Sulit Digeser
Data menunjukkan tiga karakteristik utama yang dimiliki oleh “category owner” dibandingkan peringkat kedua:
- Brand search volume lebih tinggi (55,7%): Pemilik kategori punya pencarian brand organik yang lebih dominan. Artinya, kekuatan brand offline dan kesadaran konsumen tetap berperan besar.
- Traffic organik lebih tinggi (48,4%): Kepemilikan kategori berkorelasi dengan kunjungan web yang lebih masif, menandakan otoritas topik yang terbukti.
- Authority Score lebih tinggi (52,5%): Domain pemilik kategori umumnya memiliki skor otoritas yang lebih kuat menurut metrik Semrush.
Namun, hubungan ini bukan resep pasti. Kekuatan brand membantu domain masuk ke dalam set jawaban AI. Kepemilikan akhirnya lebih ditentukan oleh relevansi sumber, kualitas konten yang dikutip, reputasi, dan seberapa pas domain itu menjawab prompt pengguna. Untuk memperkuat fondasi ini, panduan strategi generative engine optimization bisa jadi rujukan tepat.
Bisakah Challenger Menggeser Pemilik Kategori?
Pemilik kategori memang sulit digeser, tapi bukan tidak mungkin. Data MoM (month-over-month) menunjukkan pemilik yang jelas mempertahankan posisi pertama di 90,4% perbandingan. Peluang perubahan hanya terjadi di kategori dengan keunggulan yang tipis.
Pemimpin yang berganti biasanya hanya memiliki keunggulan median 1,3 poin. Sementara pemimpin yang bertahan punya keunggulan 2,9 poin. Tren pertumbuhan Anda tidak menjamin keamanan posisi. Anda bisa tumbuh positif, tapi tetap tergeser jika kompetitor tumbuh lebih cepat. Jadi, Anda butuh margin keunggulan setidaknya 5% untuk merasa aman.
Cara Brand Indonesia Bertarung Merebut Kategori
Bagaimana cara menerapkan temuan ini untuk bisnis Anda? Berikut adalah langkah praktis berbasis playbook dari studi tersebut:
- Watchlist (Pantau): Buat daftar 10-20 kategori penting. Lacak minimal 5 prompt perwakilan: definisi, perbandingan, alternatif, use case, dan pertanyaan pembelian.
- Classify (Klasifikasi): Identifikasi mana yang punya pemilik jelas, mana yang emerging leader, dan mana yang unsettled category.
- Invest (Investasikan): Prioritaskan kategori bernilai komersial tanpa pemilik jelas. Pertahankan kategori yang sudah Anda kuasai. Jangan serang kategori dengan pemimpin yang sudah mengunci semua prompt.
- Gaps (Tutup Celah): Identifikasi prompt di mana kompetitor muncul tapi Anda tidak. Buat halaman perbandingan, positioning produk yang jelas, dan dokumentasi ahli.
- Measure (Ukur): Lacak brand mentions sebagai metrik kepemilikan. Gunakan citation sebagai metrik otoritas sumber, dan pipeline sebagai metrik bisnis.
Keterbatasan konten topikal sepadan karena kepemilikan kategori akan terus mengakumulasi seiring waktu. Brand yang menyebar konten ke semua topik semi-relevan jarang mencapai porsi sebutan yang cukup untuk memantapkan posisi. Tim Uraga Digital Agency pun kerap menganjurkan kedisiplinan topik ini pada klien.
Kesimpulan
Topical authority di AI search bukan sekadar teori SEO lama yang didaur ulang. Ini adalah fondasi bagaimana LLM menentukan brand mana yang berhak disebut dalam jawabannya. Dengan 89,3% permintaan AI search masih berada di kategori tanpa pemilik, biaya untuk salah pilih kategori hari ini jauh lebih murah daripada 12 bulan ke depan. Pilih kategori yang ingin Anda jadikan jawaban, pertahankan yang sudah dikuasai, dan abaikan yang sudah dikunci pemain besar. Cakupan luas masih berguna untuk marketing, tapi tidak membangun posisi yang membuat ChatGPT menyebut nama Anda.
🚀 Siap merebut kepemilikan kategori brand Anda di era AI search? 👉 Hubungi tim kami di seo.uraga.co.id

