Pernah gak kamu ngerasa udah pakai jasa digital marketing terdekat, tapi hasilnya gitu-gitu aja?
Iklan jalan, tapi penjualan gak gerak. Konten banyak, tapi engagement datar.
Masalahnya bukan di jaraknya, tapi di mindset-nya.
Kebanyakan agensi fokus ke satu sisi aja: branding tanpa hasil, atau performance tanpa arah.
Padahal, bisnis butuh keduanya: kepercayaan dan konversi.
Dan di sinilah pendekatan Brandformance dari Uraga Digital Agency masuk, gabungan antara brand building dan performance marketing yang terbukti ngasih hasil nyata di lapangan.
Fenomena: “Dekat” Gak Selalu Efektif
Banyak bisnis milih agensi karena faktor “terdekat”. Padahal, jarak geografis gak menjamin kedekatan strategis.
Studi akademis “Building Digital Maturity Frameworks for SME…” menunjukkan bahwa SME Asia hanya sekitar 15% yang telah mengadopsi analytics/kapabilitas data secara efektif dalam konteks digital maturity.
Uraga sendiri lahir dari kota Malang, tapi menangani klien dari Jakarta, Surabaya, bahkan Asia Tenggara.
Yang membedakan bukan lokasi, tapi cara berpikir dan struktur kerja yang terintegrasi antara konten, iklan, dan CRM.
“Kami gak cuma pasang iklan. Kami bangun mesin pertumbuhan,” — Dirga Isman, CEO Uragarc uraga (7)
Framework Uraga: BRANDFORMANCE
Uraga bukan sekadar digital agency. Kami adalah growth partner dengan pendekatan tiga fase jelas:
- Kickstart (Building Trust)
Bangun pondasi kepercayaan lewat identitas brand, logo, visual guideline, dan storytelling.
→ “Iklan buat orang menatap, konten buat orang menetap.” - Build (Generate Demand)
Jalankan UGC campaign, KOL collaboration, dan performance ads di Meta, TikTok, Google, serta marketplace.
→ Fokusnya: CTR, ROAS, dan GMV. - Scale Up (Sustain Growth)
Optimasi CRM, remarketing, affiliate program, dan lead generation via WhatsApp APIrc uraga (7).
→ Tujuannya: repeat sales dan loyalitas pelanggan.
Framework ini lah yang bikin Uraga beda dan bikin banyak brand lokal bisa naik kelas tanpa harus “bakar uang” terus-menerus.
Studi Kasus Nyata: Dari Fashion Brand ke Klinik
1️⃣ Fashion Brand (TikTok Shop)
📍 Masalah: Omzet stagnan di Rp190 juta/bulan.
⚙️ Solusi: Audit toko, optimalisasi ads, akuisisi 500+ affiliator, dan diskusi rutin untuk pengembangan produk.
💥 Hasil: Omzet naik ke Rp350 juta/bulan, ROI iklan tembus 20x, rating toko naik dari 3.5 ke 4.5.
2️⃣ Klinik Multi-Cabang
📍 Masalah: Database lama gak dimonetisasi.
⚙️ Solusi: Remarketing via CRM & WhatsApp API + KOL Campaign.
💥 Hasil: Omzet capai Rp600 juta/bulan, 8 cabang aktif dengan kampanye serentakrc uraga (7).
Actionable Takeaways
- Audit funnel kamu sebelum naikkan budget.
Jangan asal tambah iklan — evaluasi titik bocor di awareness, interest, dan conversion. - Uji kombinasi konten dan iklan.
Brand tanpa traffic itu sepi, traffic tanpa trust itu mubazir. - Gunakan CRM dan remarketing.
Pelanggan lama adalah aset termurah untuk growth jangka panjang. - Bangun ekosistem omnichannel.
Uraga bantu banyak brand pakai integrasi WhatsApp, Meta, TikTok, dan Google Ads untuk hasil yang konsistenrc uraga (7). - Pilih agency bukan karena dekat, tapi karena relevan.
Strategi, data, dan eksekusi jauh lebih penting dari sekadar lokasi.
Kesimpulan
Singkatnya, memilih jasa digital marketing terdekat bukan soal jarak, tapi soal siapa yang benar-benar memahami perjalanan bisnis kamu. Uraga membuktikan bahwa pendekatan Brandformance bisa membawa hasil nyata: omzet naik, trust tumbuh, dan brand berkembang berkelanjutan.
Kalau kamu mau tahu gimana kami bantu brand B2C dan B2B tumbuh lewat funnel digital yang efisien, kamu bisa lanjut baca:
👉 Digital Agency Terbaik di Malang: Kenapa Harus Memilih Uraga?
🔗 Backlink (Internal)
- Strategi Branding Jepang di Pasar Indonesia
- Brand Positioning Killer: Strategi Menang Tanpa Inovasi Radikal
- Uraga: Digital Marketing Agency Malang Terdepan untuk Pertumbuhan Bisnis Anda
- Pilih Tim Inhouse atau Agency: Manakah yang Tepat untuk Bisnis Anda?

