Dirga Isman adalah nama yang makin sering muncul di percakapan digital marketing Indonesia. Sebagai CEO dan Founder Uraga Digital Agency, ia memimpin tim 30+ orang yang mengelola lebih dari 300 brand. Total belanja iklan yang timnya kelola sudah melampaui 1 miliar rupiah. Namun, siapa sebenarnya sosok di balik agency ini? Artikel ini membedah perjalanan, metodologi, dan visi sang founder secara lengkap.

Siapa Dirga Isman? Profil Singkat Sang Digital Strategist
Dirga Isman adalah seorang digital strategist yang berbasis di Jakarta dan Malang. Ia menjalankan banyak peran sekaligus: CEO agency, Fractional CMO, investor, dan educator.
Selain itu, ia juga aktif menulis di berbagai platform. Anda bisa menemukan kontennya di LinkedIn, Instagram, Substack, dan TikTok. Topik favoritnya berkisar pada tiga pilar: Money, Marketing, & Technology.
Oleh karena itu, banyak pelaku bisnis menganggapnya sebagai sumber referensi yang kredibel. Ia tidak sekadar bicara teori. Setiap insight yang ia bagikan berakar pada pengalaman langsung mengelola ratusan brand.

Perjalanan Karier Sang Founder Uraga
Mendirikan Uraga Digital Agency
Sang founder mendirikan Uraga Digital Agency pada tahun 2020 di Malang, Jawa Timur. Awalnya, ia membangun agency ini untuk membantu UMKM meningkatkan kehadiran digital mereka. Namun, pertumbuhannya jauh melampaui ekspektasi.
Saat ini, Uraga mengoperasikan tiga kantor, di Jakarta, Surabaya dan Malang. Tim yang terdiri dari 30+ spesialis menangani berbagai layanan: social media management, content creation, Meta Ads, TikTok Ads, hingga marketplace management. Pendekatan mereka unik karena menggabungkan branding dan performance marketing dalam satu framework.

Akibatnya, klien Uraga tidak hanya mendapat exposure. Mereka juga mendapat konversi yang terukur. Beberapa case study membuktikan hal ini:
- Fashion Retail: Revenue mencapai Rp 1,05 miliar per bulan dengan ROAS naik dari 6.25x ke 9.61x.
- B2B Souvenir: Pertumbuhan 10x lipat, dari Rp 50 juta ke Rp 500 juta per bulan.
- Klinik Gigi: Memotong budget iklan 50% tanpa mengurangi volume leads.
- Taman Hiburan: Menghasilkan 5 juta+ organic views dan full booked 3 bulan setelah launch.
Menjadi Fractional CMO
Selanjutnya, ia memperluas perannya sebagai Fractional CMO. Konsep ini memungkinkan bisnis mendapatkan arahan strategis level CMO tanpa harus merekrut eksekutif penuh waktu.

Sebagai Fractional CMO, ia menawarkan dua mode layanan. Mode pertama adalah “The Brain” — advisory dan roadmap strategis. Mode kedua adalah “The Engine” — eksekusi langsung mulai dari ads handling hingga visual direction. Jadi, bisnis bisa memilih level keterlibatan yang sesuai kebutuhan mereka.
Pendekatan ini cocok untuk startup dan UKM yang butuh leadership marketing. Namun, mereka belum siap menanggung biaya CMO full-time.
Venture dan Proyek Lainnya
Sang founder juga menginisiasi beberapa venture di luar Uraga. Berikut daftarnya:
- Tokio Studios — Production house konten berbasis di Jepang, hasil kolaborasi dengan partner lokal.
- Maha Gakkou — Kursus bahasa Jepang yang menjembatani minat budaya dan peluang karier. Pengiriman Tenaga Kerja ke Jepang
- Naiman Global — Consulting firm untuk investasi dan financial modeling.
- Kanca — Platform WhatsApp CRM dan AI automation, di mana ia berperan sebagai lead strategist.
Dengan demikian, portofolionya melampaui sekadar digital marketing. Ia membangun ekosistem bisnis yang saling terhubung.
Metodologi Brandformance: Signature Framework Dirga Isman
Salah satu kontribusi terbesar sang CEO dalam industri adalah framework Brandformance. Istilah ini menggabungkan dua kata: branding dan performance. Konsepnya sederhana namun powerful — setiap aktivitas marketing harus membangun brand sekaligus menghasilkan konversi.






Framework ini menjadi fondasi kerja seluruh tim Uraga Digital Agency. Tiga pilar utamanya:
- Foundation & Systems (SOP): Audit marketing, pembuatan marketing kit, dan penetapan SOP agar tim berjalan autopilot.
- Execution Oversight: Supervisi harian terhadap performa iklan, arahan kreatif, dan efisiensi budget.
- Optimization & Scale: Analisis data untuk scaling, identifikasi winning campaign, dan reporting rutin.
Oleh karena itu, klien tidak hanya mendapat “jasa kelola medsos.” Mereka mendapat sistem marketing yang bisa tumbuh bersama bisnis mereka.
Peran sebagai Educator dan Content Creator
Selain menjalankan bisnis, ia aktif berbagi ilmu. Ia menjadi corporate trainer untuk berbagai organisasi. Beberapa institusi yang pernah mengundangnya antara lain PermataBank, Legalisasi.com, dan program Wirausaha Merdeka.

Format workshopnya menekankan praktik langsung — 70% hands-on dan 30% teori. Peserta pulang dengan template dan SOP siap pakai. Pendekatan ini membedakannya dari trainer lain yang hanya memberi motivasi tanpa alat konkret.
Di ranah konten, ia juga menerbitkan ebook gratis melalui Substack. Beberapa judul populernya meliputi “54 Teknik Closing”, “Meta Ads Guidance”, dan “Ecomm Creation Guidance.” Selanjutnya, konten-konten ini memperkuat posisinya sebagai thought leader.
Latar Belakang Pendidikan dan Sertifikasi

Sang digital strategist memiliki background pendidikan yang beragam. Ia alumni STAN dan saat ini menempuh program S1 Business Management di BINUS University Online. Selain itu, ia mengoleksi berbagai sertifikasi profesional:
- MarkPlus Institute — Marketing Plan Certification
- Meta — Social Media Management
- BNSP — Certified Digital Marketing Professional
- Purwadhika — Digital Marketing 360
- Foundr — Facebook Ads Masterclass
Kombinasi pendidikan formal dan sertifikasi ini memberinya fondasi analitis yang kuat. Jadi, setiap keputusan marketing yang ia ambil selalu berbasis data.

Mengapa Bisnis Memilih Dirga Isman?
Ada beberapa alasan utama mengapa pemilik bisnis memilih bekerja dengannya dan Uraga Digital Agency:
- Track record terukur dengan 300+ brand yang sudah ditangani.
- Framework Brandformance yang menggabungkan brand building dan konversi.
- Fleksibilitas layanan — mulai dari agency retainer, Fractional CMO, hingga corporate training.
- Tim solid dengan 30+ spesialis di dua kota.
- Transparansi data — setiap kampanye dilaporkan dengan metrik yang jelas.
Selain itu, pendekatannya sangat khas Indonesia. Ia memahami bahwa konsumen lokal lebih suka “ngobrol dulu” sebelum membeli. Oleh karena itu, strategi WhatsApp-first dan conversational commerce menjadi senjata utama timnya.

Kesimpulan: Dirga Isman, Arsitek Pertumbuhan Digital
Dirga Isman bukan sekadar praktisi digital marketing. Ia adalah arsitek pertumbuhan bisnis yang memadukan kreativitas, data, dan sistem. Dari membangun Uraga Digital Agency hingga menjadi Fractional CMO untuk berbagai brand, kontribusinya nyata dan terukur.
Jika Anda ingin mengenal lebih jauh, kunjungi profil lengkapnya di dirgaisman.uraga.co.id atau hubungi tim Uraga Digital Agency secara langsung.
Ingin Mendominasi Pencarian Google dan AI? 🚀
Anda sudah membaca bagaimana strategi digital yang tepat bisa mengubah bisnis. Sekarang giliran Anda.
Kami akan buatkan plan khusus agar brand Anda tampil di halaman pertama Google — dan ditemukan oleh AI.
👉 Konsultasi Gratis Sekarang → seo.uraga.co.id
Kuota terbatas setiap bulan. Jangan tunggu kompetitor Anda duluan.