Horizon+ Program: Strategi Eskalasi Penjualan TikTok ke Luar Jawa

Horizon+ Program: Cara TikTok Genjot Penjualan Luar Jawa

TikTok resmi meluncurkan Horizon+ Program sebagai langkah strategis untuk mendongkrak performa penjualan. Inisiatif ini secara spesifik menargetkan pasar potensial di luar Pulau Jawa. Faktanya, tingginya biaya logistik sering menjadi hambatan utama dalam konversi penjualan online. Oleh karena itu, platform menghadirkan solusi cerdas melalui restrukturisasi komponen harga.

Mekanisme Kerja Horizon+ Program

Horizon+ Program merupakan sistem otomatis yang dirancang untuk memberdayakan penjual yang berdomisili di Pulau Jawa. Sistem ini merelokasi sebagian beban biaya pengiriman ke dalam harga jual produk. Akibatnya, calon pembeli akan melihat nominal ongkos kirim yang jauh lebih terjangkau saat proses checkout.

Platform menerapkan kebijakan ini secara efektif mulai 21 Januari 2026. Penjual tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk berpartisipasi dalam program ini. Namun, Anda memiliki kendali penuh untuk memilih opsi opt-out jika strategi ini tidak selaras dengan model bisnis Anda. Intinya, tujuannya adalah pemerataan distribusi produk ke seluruh wilayah Indonesia.

Psikologi Harga dalam Keputusan Pembelian

Secara psikologis, konsumen memiliki toleransi lebih tinggi terhadap harga produk dibandingkan biaya layanan yang tinggi. Sebagai ilustrasi, produk seharga Rp100.000 dengan ongkos kirim Rp40.000 sering kali memicu pembatalan pesanan. TikTok lantas merekayasa struktur tersebut menjadi harga produk Rp130.000 dengan ongkos kirim hanya Rp10.000.

Total pengeluaran konsumen sebenarnya tidak mengalami perubahan. Akan tetapi, persepsi “ongkir murah” secara signifikan meningkatkan probabilitas terjadinya transaksi. Pendekatan ini terbukti ampuh dalam memperluas jangkauan pasar hingga ke pelosok nusantara.

Implikasi Program Terhadap Struktur Harga

Keterlibatan dalam Horizon+ Program tentu akan mengubah tampilan harga produk Anda di mata konsumen luar Jawa. Kendati demikian, TikTok menjamin bahwa pendapatan bersih penjual tetap terjaga. Berikut adalah analisis komponen harga yang perlu Anda pahami:

  1. Identifikasi Pesanan: Setiap pesanan dari program ini akan memiliki label khusus di Seller Center.
  2. Kalkulasi Biaya Layanan: Platform tetap menghitung komisi berdasarkan harga asli produk sebelum penyesuaian.
  3. Distance Shipping Fee: Selisih biaya ongkir akan tercatat sebagai Distance Shipping Fee dalam laporan keuangan.

Sebelum Anda menetapkan strategi harga baru, kami sangat menyarankan Anda mempelajari Update Kebijakan Konten TikTok Shop. Pemahaman regulasi yang komprehensif akan meminimalisir risiko pelanggaran saat Anda melakukan ekspansi pasar.

Strategi Mitigasi Risiko Profitabilitas

Penjual wajib berhati-hati dalam menerapkan promosi, terutama yang berbasis persentase. Pasalnya, Horizon+ Program secara teknis meningkatkan basis harga produk sebelum diskon diaplikasikan. Kelalaian dalam perhitungan ini dapat menggerus margin keuntungan bisnis Anda.

Analisis Diskon Nominal vs Persentase

Penggunaan diskon nominal (contoh: potongan Rp10.000) adalah opsi paling aman untuk menjaga stabilitas profit. Sebaliknya, diskon persentase (contoh: 10%) akan dihitung dari harga produk yang telah mengalami kenaikan (harga + subsidi ongkir). Jadi, nilai nominal potongan yang Anda berikan akan membengkak melebihi estimasi awal.

Oleh sebab itu, prioritas strategi Anda sebaiknya fokus pada skema harga tetap. Selain itu, lakukan peninjauan ulang struktur biaya menggunakan panduan Cara Hitung HPP TikTok Shop. Perhitungan Harga Pokok Penjualan yang presisi adalah kunci pertahanan bisnis di tengah dinamika perubahan algoritma platform.

Kesimpulan

Horizon+ Program menawarkan momentum emas bagi brand untuk melakukan penetrasi pasar yang lebih agresif. Dengan memahami mekanisme psikologi harga ini, Anda dapat mengoptimalkan volume penjualan tanpa mengorbankan profitabilitas. Segera verifikasi status kepesertaan toko Anda melalui menu Growth di dasbor Seller Center.

Baca Juga Referensi Strategis Lainnya:

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *